Kreatifitas & Inovasi Modal Sukses 2013

Setahun kita menapaki jalan di  2012, seberapa banyak cita-cita dan harapan dalam tahun tersebut telah kita raih ?, seberapa banyak hal yang tidak ingin kita hadapi datang di tahun tersebut ?  Tentunya segala yang pahit jangan sampai terjadi lagi di tahun 2013 ini, kegagalan dalam bisnis, pekerjaan, rumah tangga, dan sebagainya. Tahun 2013 harus berwajah segar, cantik, gagah  dan penuh motivasi, jalan yang tebentang hanya satu jalan yaitu jalan menuju sukses dan berkah.

Meskipun tahun 2013 ini “ghaib” bagi semua sisi perjalanan kita, namun sesuatu yang tidak pernah kita ketahui itu akan mampu kita jalani sesuai harapan dan impian kita manakala kita telah cukup bekal sebelumnya. Bekal paling ampuh untuk menuju sukses di tahun 2013 adalah Kreatifitas dan Inovasi. Dua hal tersebut adalah “nyawa” bagi seorang yang ingin mencapai kesuksesan. Kreativitas merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia, yaitu kebutuhan akan perwujudan diri (aktualisasi diri) dan merupakan kebutuhan paling tinggi bagi manusia (Maslow, dalam Munandar, 2009). Pada dasarnya, setiap orang dilahirkan di dunia dengan memiliki potensi kreatif.

Kreativitas dapat diidentifikasi (ditemukenali) dan dipupuk melalui pendidikan yang tepat (Munandar, 2009). beragamnya pendapat para ahli akan pengertian kreativitas, maka dapat disimpulkan bahwa kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk menghasilkan suatu produk yang baru ataupun kombinasi dari hal-hal yang sudah ada sebelumnya, yang berguna, serta dapat dimengerti. Kreativitas berarti berpikir dan bertindak yangberbeda dari kebanyakan, unik, mustahil bahkan awalnya terasa tidak layak dilakukan. Kreativitas diperlukan agar kita mampu bersaing dan keluar sebagai pemenangnya. Tiap waktu selalu ada perubahan. Hanya orang yang tidak mau berubahlah yang akan tertindas oleh perubahan itu sendiri. Tiap waktu selalu ada hal baru, penemuan baru dan tantangan baru. Oleh sebab itu, cara berpikir dan bertindak pun harus selalu baru.

Namun ada satu hal yang penting yakni inovasi. Kreativitas tanpa inovasi tidak akan banyak membawa perubahan besar. Mengapa? Karena kreativitas hanyalahsebuah gagasan/ide baru, unik dan belum pernah ada atau berbeda dari sebelumnya. Ide-ide tersebut tentu saja harus dapat diimplementasikan dalam kehidupan nyata, dalam bahasa bisnis, ide kita harus diperlukan masyarakat. Menciptakan suatu produk atau memulai suatu usaha baru, pertanyaan pertama adalah siapa customer-nya? Adakah yang mau memakai produk kita dan seberapa banyak? Disinilah perlunya implementsi kreativitas yang dinamakan Inovasi.

Pengertian Inovasi pertama kali dikemukakan oleh Schumpeter pada tahun 1934.  Inovasi adalah mengkreasikan dan mengimplementasikan sesuatu menjadi satu kombinasi baru (Schumpeter).  Namun menurut Adair (1996) bukan berarti original tetapi lebih ke newness (kebaruan). Maka, inovasi berarti mengimplementasikan kreativitas agar bernilai jual tinggi, bermanfaat tinggi serta mampu meningkatkan kesejahteraan umat manusia. Bukankah itu yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar seperti Toyota, Honda, Suzuki, Hyundai, Sony, Samsung, IBM, Apple, Microsoft dan lainnya. Sebagai contoh perusahaan yang tidak melakukan inovasi adalah perusahaan mesin ketik, yang akhirnya dikalahkan oleh Microsoft sebagai penggantinya. Demikian juga kamera analog yang sekarang digantikan dengan kamera digital, computer PC yang dikalahkan oleh Laptop maupun i-Pad, dan masih banyak lagi yang lainnya. Inovasi selalu memenangkan persaingan hidup.

Ada lagi sebuah cerita dari salah satu perusahaan kosmetik terbesar di Jepang. Perusahaan ini menerima keluhan dari salah satu pelanggan yang membeli sebuah sabun, tetapi menemukan kotak sabun tersebut kosong melompong. Karena kualitas merupakan masalah penting di Jepang, perusahaan segera mencara sebab musababnya. Akhirnya, sumber masalah ditemukan di jalur perakitan. Karena sesuatu alasan, sebuah kotak kosong masuk ke jalur tersebut tanpa terdeteksi. Pihak manajemen langsung meminta para insinyur memecahkan masalah tersebut. Mereka akhirnya menciptakan sebuah alat X-ray untuk melihat semua kotak sabun yang lewat. Alat ini harus dijaga oleh 2 orang yang tentu saja tidak efisien. Inilah yang disebut kreatif dan inovatif, yaitu hebat dalam mencari, menganalisa, menggagas sesuatu terkait sebuat masalah atau problem, dan solusi itu berwujud sesuatu yang baru yang tidak pernah ada sebelumnya, atau bisa saja yang baru itu lahir dari sesuatu penggabungan  hal-hal yang sudah ada sebelumnya.

Dari penjelasan di atas  kita dapat membantah banyak pendapat yang menyamakan antara inovasi dan kreativitas.  Padahal kedua istilah tersebut memiliki perbedaan penting. Kreativitas adalah proses untuk menghasilkan asosiasi baru antara dua atau lebih konsep yang berbeda untuk melahirkan konsep baru yang belum ada sebelumnya.

Sementara inovasi adalah menghidupkan ide baru. Ide tersebut bisa dihasilkan dari ide-ide kreatif seperti contoh di atas, atau melalui penjelajahan pada nexus ilmu pengetahuan.

Inovasi dalam suatu usaha merupakan kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan. Ada 3 tahapan dalam inovasi:

1. Inovasi untuk bertahan hidup dalam bisnis (survival). Kebanyakan dari pelaku usaha saat ini masih berada pada tahap inovasi survival ini, dengan ciri-ciri tidak terlalu memikirkan apakah produknya akan ditiru orang lain atau tidak.
2. Inovasi untuk meningkatkan daya kompetisi. Pelaku usaha yang melakukan inovasi dengan niatan untuk meningkatkan daya kompetisi sudah selangkah lebih maju pemikirannya. Sehingga ia berfikir agar inovasi tersebut memiliki visi yang didukung lingkungannya.
3. Inovasi sebagai aset nasional. Pada tahap ini sebaiknya inovasi sudah dipatenkan.
Siklus pertumbuhan sebuah produk biasanya akan menurun setelah pasarnya stagnan, namun dengan adanya inovasi, sebuah produk akan bangkit dan bertumbuh terus. Yang tak kalah penting, inovasi sangat bermanfaat untuk memenangkan persaingan. Pelaku usaha yang melahirkan inovasi ibarat mencuri start di saat belum banyak pelaku usaha lain yang melakukannya. Hidup ini selalu dipenuhi masalah, namun yang paling penting adalah sikap kita menghadapi masalah untuk menyelesaikan suatu masalah. Sikap dipengaruhi oleh pola pikir. Pola pikir manusia terbentuk melalui dua faktor, yakni faktor internal (dalam diri sendiri) dan faktor eksternal. Umumnya, dalam menyelesaikan suatu masalah kita hampir selalu menggunakan pola-pola lama, terbatas pada apa yang ada dalam pikirannya sendiri. Sehingga tidak heran jika ide yang dihasilkan pun itu-itu saja. Inilah sebabnya kreativitas menjadi terhambat. Musuh terbesar dari kreativitas adalah berpikir dan bertindak seperti biasanya, seperti kebanyakan orang dan senang dala kondisi yang sudah ada.

Kemajuan zaman diawali dengan sebuah terobosan-terobosan spektakuler selalu diciptakan oleh pikiran yang diluar kebiasaan bahkan pikiranyang sebelumnya dianggap mustahil sekalipun. Misalnya, zaman dulu terbang seperti burung adalah hal yang sangat mustahil. Namun, ternyata ada pikiran “gila” yang muncul dari Wright bersaudara untuk bisa terbang bebas seperti burung. Pada saat itu sangat mustahil dan gila. Namun justru karena berpikir “gila” itulah maka saat ini kita bisa terbang menggunakan pesawat terbang. Pelajaran penting yang dapat diambil adalah, bahwa sebuah penemuan, sebuahterobosan dimulai dari pikiran yang keluar dari kebiasaan, pikiran yang berbeda dari kebanyakan orang. Seakan-akan berpikir diluar pikiran, berpikir “out of the box”. Tipe berpikir seperti ini dinamakan berpikir lateral. Inilah kata kunci untuk menumbuhkan kreativitas dan inovasi.

Oleh sebab itu untuk menghasilkan terobosan kita harus keluar dari pikiran kita“out of the box” untuk berimajinasi seluas angkasa. Imajinasi inilah yang akan melahirkan kreativitas dan inovasi untuk sebuah terobosan baru!  Redaksi Iklan Kota.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: