Membangun Jiwa Entrepreneur

Secara umum semua memahami bahwa entrepreneurship atau wirausaha sering dihubungkan dengan pendirian atau kepemilikan seseorang atas sebuah bisnis tertentu dalam berbagai bentuknya. Sehingga berdasarkan pemahaman umum ini, seseorang belum bisa disebut sebagai Entrepreneur Sejati jika ia belum terjun secara praktis sebagai seorang pebisnis dalam bidang bisnis apapun. Bila demikian maka muncul pertanyaan bisakah kita menerapkan konsep entrepreneurship meski secara praktis kita belum mempunyai satupun bisnis, baik kita sebagai pemilik bisnis, CEO atau pendiri usaha?.

Marshall Goldsmith, seorang penulis buku laris yang berjudul “What Got You Here Won’t Get You There” dalam The Wall Street Journal memiliki pandangan tersendiri. Dalam tulisannya yang berjudul “Demonstrating the Entrepreneurial Spirit ”, Goldsmith berpendapat bahwa menunjukkan semangat dan jiwa entrepreneurship dalam diri kita bukan berarti harus keluar dari status pegawai, mendirikan bisnis sendiri. “It doesn’t have to mean going out and starting your own business”. Goldsmith menawarkan sudut pandang lain bagi mereka yang ingin menjadi seseorang dengan jiwa entrepreneurship tanpa harus mendirikan dan mengelola bisnis sendiri. Ia mengajak kita berpikir untuk bagaimana menerapkan konsep entrepreneurship tanpa meninggalkan apapun yang kita sedang tekuni sekarang dan sudah cintai dari dulu, termasuk jika kita adalah seorang pekerja di kantor, pekerja di pabrik atau dengan kata lain berstatus sebagai pegawai atau bekerja untuk orang lain. Karena bagaimanapun seorang entrepreneur atau pebisnis sejati pada hakikatnya juga bekerja untuk melayani konsumen, masyarakat, yang notabenenya adalah orang lain? Mungkin itu kesamaan yang bisa ditarik dari kedua kutub yang selama ini dianggap bertolak belakang antara seorang entrepreneur dengan seorang seorang pegawai yang bekerja di perusahaan milik orang lain.

Patut disadari bahwa mendirikan dan menjalankan bisnis bukanlah suatu hal yang mudah dan bisa dilakukan oleh sembarang orang. Sesungguhnya kita semua tanpa kecuali bisa menjadi orang berjiwa entrepreneur dengan meleburkannya dalam cara kita menjalani karir yang kita miliki, apapun itu jenisnya. Ada beberapa hal yang perlu kita praktekkan agar kita menjadi orang yang berjiwa entrepeneur tanpa harus memiliki bidang bisnis, yaitu dengan cara membiasakan mencintai pekerjaan yang kita tekuni saat ini.

Sudah lumrah bila kerja keras kita selama bertahun-tahun pasti akan terasa mudah dan nyaman jika kita menyukai aktifitas kerja keras tersebut.

Goldsmith dan temannya Dr. Paul Hersey, saat menerima gelar doktor, memberikan rahasia suksesnya kepada peserta yang hadir saat itu. Ia berkata ”Saat mengenang kembali perjalan karir saya, saya tak pernah merasa sekalipun bekerja dalam hidup saya. Jika anda sangat menyukai apa yang anda kerjakan, semua itu terasa seperti bersenang-senang!”. Memang untuk menemukan pekerjaan yang kita sukai membutuhkan waktu, setidaknya sebuah upaya bagaimana mencintai pekerjaan yang sudah menjadi aktifitas kita selama ini.

Salah satu entrepreneur hebat yang menjadi pendiri GMR Infrastructure, G. M. Rao, mengatakan saat ia ditanya oleh koleganya tentang apa yang ia lakukan agar sukses, ia menjawab perlunya memelihara rasa ingin tahu dalam diri. Seseorang yang mengenalnya menjelaskan bahwa Rao adalah orang yang suka mengamati dalam melakukan apapun. Ia membuat catatan mengenai segala hal yang memiliki potensi, yang justru sebagian besar orang tidak mempedulikan. Ia tak hanya mengamati tetapi juga bertindak! Ia segera memberikan tindak lanjut dengan pesan-pesan kepada stafnya. Meskipun banyak hasil pengamatannya yang tidak berhasil menjadi peluang bisnis, sebagian berhasil menjadi peluang bisnis yang menguntungkan. Inilah salah satu cara yang yang haruskita gunakan agar sukses menjadi orang yang berjiwa entrepeneur hebat.

Hal yang penting adalah kepandaian kita menemukan kebutuhan pasar yang orang lain belum meliriknya. Entrepreneur hebat menghasilkan produk dan layanan yang lebih baik atau berbeda dari apa yang dihasilkan orang lain. Di sini meskipun berstatus sebagai pegawai orang lai anda juga bisa melakukannya pada pekerjaan anda yang sekarang, yaitu dengan cara menganalisa dan bertindak tentang hal apa yang seharusnya dilakukan tetapi belum dilaksanakan?. Anda juga bisa bekerja mengembangkan kompetensi khusus yang membedakan diri Anda dari orang lain. Jadilah kreatif dalam segala pekerjaan yang dilakukan.

Pernahkan anda terpikir menjadi seorang menjadi pakar bisnis dunia ?, Mungkin ini agak terdengar berlebihan bagi anda, namun ketahuilah sebetulnya mencapai kepakaran bisnis sekelas dunia sekalipun sebenarnya tidak semenakutkan apa yang ada dalam pikiran anda. Sebetulnya jika kita pandai memilih bidang spesialisasi terlebih yang lebih sempit (fokus) pada bidang spesialisasi tersebut dan mempelajari sebanyak mungkin tentang hal tersebut, maka kepakaran kelas dunia itu akan dapat kita raih. Anda akan mulai memiliki pengetahuan yang memadai dalam hanya dalam waktu yang relatif lebih singkat. Jadilah anda menjadi seorang pegawai yang memiliki pengetahuan atau kepakaran luar biasa tentang pekerjaan anda, sehingga dengan cara ini anda akan menjadi muara bagi perusahaan, semakin hebat kepakaran anda di perusahaan tempat bekerja semakin tinggi nilai keberadaan anda ditempat kerja anda.

Di tempat kerja, adalah biasa sering kita temui yunior berguru kepada seniornya dalam wilayah pekerjaan yang memiliki bidang yang sama, bagaimanapun berguru kepada senior, atasan sangat sekali kita butuhkan. Namun meskipun ada mentor atau panutan yang bersedia membantu kita untuk belajar, hormatilah batas-batas mereka sebagai individu. Mereka memiliki kesibukan sendiri, dan waktu serta tenaga mereka tak sepenuhnya untuk membimbing anda. Waktu mereka sangat berharga. Misalnya, jika mereka (para mentor) sudah menulis buku dalam sebuah topik, bacalah buku-buku itu sebelum Anda menanyakan sesuatu. Jika mereka adalah seorang eksekutif dalam perusahaan tempat Anda bekerja, pelajari sejaray mereka, baca biografi mereka dan pelajari dari rekan kerja mereka sebelum anda meminta pada yang bersangkutan untuk berinvestasi waktu yang sudah amat terbatas untuk membantu dan membimbing anda.

Perusaahaan yang hebat adalah perusahaan yang memiliki citra hebat di mata publik, produk yang bagus adalah produk yang memiliki citra yang positif dalam pandangan konsumennya, hal ini yang dalam dunia komunikasi biasa disebut brand image. Di dalam perusahaan yang hebat pasti ada orang yg secara profesional mampu membranding perusahaan dan produknya dengan strategi yang luar biasa. Hal ini yang juga seharusnya berlaku pada individu. Misalnya, misi seseorang adalah menjadi yang terdepan di dunia dalam membantu pemimpin sukses meraih perubahan positif yang tak lekang waktu. Konsumen anda atau atasan anda akan menghormati anda dengan lebih baik jika anda memiliki visi misi yang menjadi identiti cara bekerja anda, dan inilah yang akan menjadi brand personal anda. Bangun terus brand personal anda dengan positif dan bersiap-siaplah anda menikmati hasil perjuangan anda membangun personal brand anda.

Lantas sembari kita merenungkan pilihan-pilihan dalam karir, tanyakan pada diri anda “Dalam 10 tahun kedepan saya ingin menjadi siapa?”. Dan ingatlah entrepreneur sukses dan orang sukses lainnya adalah pekerja keras sepanjang hidup mereka, hanya saja kita tak banyak mengetahuinya dan cenderung lebih banyak mengetahui sisi kehidupan mereka yang menyenangkan saja. Keberuntungan yang mereka alami itu sering dipengaruhi oleh upaya yang sudah dirintis selama bertahun-tahun.

Redaksi Iklan Kota.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: